TUGAS
KELOMPOK
INOVASI
DALAM MANAJEMEN PUBLIK
ANGGOTA KELOMPOK
Devi Apriyanti NPM : CA 115 111 085
Guntur Gentaloka NPM
: CA 115 111 153
Winarti handayani NPM : CA 115 221 022
Yuliana NPM
: CA 115 111 442
INSTITUT
ILMU SOSIAL DAN
MANAGEMEN
STIAMI
JAKARTA
2015
Pendahuluan
Sektor
publik adalah sektor yang bercirikan non komersial,berorientasi pada
kepentingan umum, berlandaskan pada legitimasikekuasaan, dan adanya interaksi
akuntabilitas dan transparansi antarawarga negara (rakyat) sebagai pemberi
mandat dengan negara ataupemerintah sebagai eksekutor kebijakan public.
Inovasi dan Kebijakan
dalam sektor publik, inovasi dan kebijakan merupakan dua istilah
yangsaling melengkapi satu sama lain. Inovasi hadir sebagai sebuah produk yang
barudan sifatnya yang menggantikan cara yang lama.
Manajemen Inovasi
merupakan Proses mengelola inovasi di suatu perusahaan agar dapat berdaya guna
bagi penciptaan keunggulan bersaing yang berkelanjutan bagi perusahaan.
BAB 1 Pembahasan
Inovasi
dalam Manajement Publik
Sektor publik adalah sektor yang bercirikan non
komersial,berorientasi pada kepentingan umum, berlandaskan pada
legitimasikekuasaan, dan adanya interaksi akuntabilitas dan transparansi
antarawarga negara (rakyat) sebagai pemberi mandat dengan negara ataupemerintah
sebagai eksekutor kebijakan publik. Oleh karena sektor publikdigerakkan oleh
adanya kebijakan publik, maka inovasi di sektor publik mautidak mau akan selalu
berhubungan dengan formulasi kebijakan publik. Inovasidi sektor publik akan
sangat sulit hadir apabila tidak menyertakan ataumelibatkan prosesi kebijakan
publik di dalamnya.Di sisi lain, sektor publik dengan segala kekakuannya juga
mengalamigelombang tuntutan perubahan, untuk lebih fleksibel, lebih mampu
menjawabtantangan, perubahan dan dinamika yang terjadi di tengah-tangah
masyarakat.Meningkatnya kesadaran warga negara akan haknya, dan juga tingkat
pendidikan, literasi, kesejahteraan serta aspek sosial ekonomi lainnya telah memaksa sektor publik untuk mengimbanginya dengan
kebijakan serta kualitaspelayanan yang setara dengan kapasitas warga negaranya.
Alasan-alasan
yang melandasi keharusan sektor public untuk berinovasi juga dikemukakan oleh banyak
kalangan, tidak hanya dari akademisi, juga praktisi, dan masyarakat umum
tentunya.
Menurut
laporan UNDESA keharusan sector
public berinovasi karena alasan-alasan berikut :
1.Demokratisasi
Fenomena
demokratisasi telah menyebar ke seluruh dunia, melewati batas-batas kedaulatan,
ideologi dan politik bangsa-bangsa.
2.Perjanjian internasional/glocalization
Perjanjian
internasional sebagai bagian dari konsekuensi globalisasi daninteraksi antar
bangsa dalam rangka kerjasama.
3.Brain drain
Fenomena
human capital flight yang terjadi dari negara berkembang kenegara maju,
sehingga terkadi ketidak seimbangan persebaran sumber dayamanusia unggulan.
Alhasil kesenjangan sosial ekonomi politik antara Negara maju dengan negara
berkembang makin melebar.
4.Negara pasca konflik, demokrasi dan ekonomi transisi
Beberapa
negara baru saja melewati masa konflik dan instabilitas poplitikakibat perang
atau friksi kepentingan politik dalam negeri. Saat ini mulai mengadopsi sistem
demokrasi serta mengalami transisi
5.Moral pegawai negeri
Moralitas
menjadi salah satu isu integritas pegawai dalam penataan birokrasi yang lebih baik.
6.Sumber Baru
Persaingan
Privatisasi
dan outsourcing adalah fenomena organisasional yang telahmerambah sektor publik
sejak lama. Hal ini berdampak pada perubahanstruktur, budaya kerja dan
lingkungan dinamis organisasi.
Inovasi
dan Kebijakan
Dalam
sektor publik, inovasi dan kebijakan merupakan dua istilah yangsaling
melengkapi satu sama lain. Inovasi hadir sebagai sebuah produk yang barudan
sifatnya yang menggantikan cara yang lama. Demikian pula sifat dari kebijakan
yang hadir untuk mengganti kebijakan yang lama. Ini artinya bahwasetiap
kebijakan, secara isi (konten) pada prinsipnya harus memuat inovasi
baru.Kebijakan yang tidak memuat sesuatu yang baru atau menggantikan yang
lamahanya akan menjadi kebijakan yang tidak fungsional.
Manajemen
Inovasi Manajemen Inovasi merupakan Proses mengelola inovasi di suatu
perusahaan agar dapat berdaya guna bagi penciptaan keunggulan bersaing yang
berkelanjutan bagi perusahaan. Manajemen Inovasi diperlukan karena untuk
mengakui bahwa ide-ide segar harus terus mengalir secepat mungkin dan setiap
saat sebagai antisipasi perkembangan dunia yang semakin cepat, beragam, dan
dinamis tersebut. Di sini lah manajemen Inovasi itu harus berperan penting.
Dalam perusahaan, Manajemen Inovasi diperlukan karena ide-ide segar akan terus
lahir di sebuah perusahaan dan menjadi sangat banyak.
Keberadaan
ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis agar tidak terjadi
kesemrawutan. Inovasi yang harus dijalankan secara sistematis, efisien, dan
berkelanjutan ini memerlukan suatu sistem untuk mengatur ide-ide ini agar lebih
terstruktur. Dari 100 ide yang brilian, hanya satu yang menjadi inovatif. Jika
dalam suatu perusahaan dihasilkan 100 jenis produk dalam satu tahunnya, maka
dibutuhkan 10 ribu ide brilian tersebut. Tanpa adanya manajemen yang baik,
ideide itu malah akan menumpuk dan kemungkinan akan terlambat untuk
diperkenalkan di pasar. Terlambat diperkenalkan di pasar maka akan kehilangan
pendapatan sehingga makin lama akan kehilangan kemampuan bersaing dengan yang
lain. Lihat saja perusahaan perusahaan yang menerapkan inovasi dengan baik.
Seperti halnya perusahaan Apple yang terus mengembangkan inovasinya terus
sehingga menghasilkan produk produk gagdet Ipad, Iphone, Ipod yang diterima di
pasar . Google dengan berbagai layanan yang unik di Internet.
Perusahaan
perusahaan kecil yang sudah berinovasi dengan memperkecil waktu proses
pembuatan produknya. 8 Ø Perbedaan Inovasi
1. Namun demikian Johne (1999) dalam Ojasalo
(2008) membedakan tiga jenis inovasi: inovasi produk, proses inovasi, dan
inovasi pasar. Inovasi produk memiliki makna paling jelas yaitu menghasilkan
pendapatan. Inovasi proses menyediakan sarana untuk menjaga dan meningkatkan
kualitas dan untuk menghemat biaya. Inovasi pasar memperhatikan peningkatan
target pasar campuran (mixed og target market) dan bagaimana pasar yang dipilih
adalah yang terbaik dilayani.
2.
Inovasi organisasi berkaitan dengan desain format organisasi baru dan filosofi
manajemen baru.
3. Inovasi perilaku berkaitan dengan aktivitas
inovasi dari organisasi perusahaan. Sedangkan Meeus dan Edquist inovasi produk
dibagi menjadi dua kategori: barang baru: barang baru adalah inovasi produk
material di sektor manufaktur layanan baru: jasa adalah tidak berwujud, sering
dikonsumsi secara bersamaan untuk produksi mereka dan memuaskan kebutuhan
non-fisik dari pengguna (Edquist,2001.)
4.
Meeus dan Edquist juga membagi menjadi dua inovasi proses yaitu inovasi
kategori-teknologi dan organisasi: inovasi proses teknologi mengubah cara
produk yang diproduksi dengan memperkenalkan perubahan teknologi (fisik
peralatan, teknik, sistem); inovasi organisasi adalah inovasi dalam struktur
organisasi, strategi, dan proses administrasi (Damanpour, 1987).
5.
Inovasi inkrimental (Incremental innovation) memanfaatkan potensi rancangan
yang sudah ditetapkan, dan sering memperkuat dominasi kemampanan suatu
perusahaan. Inovasi ini meningkatkan kapabilitas fungsional teknologi yang ada
dengan cara perbaikan pada skala kecil 9 alam nilai tambah teknologi atau
perbaikan pada skla kecil terhadap produk dan proses bisnis yang ada saat ini.
6.
Inovasi Semiradical / generational atau inovasi teknologi generasi mendatang
adalah inovasi inkremental yang mengarah pada penciptaan sistem baru tetapi
tidak berbeda secara radikal.
7.
Inovasi Radical memperkenalkan konsep baru yang menyimpang secara signifikan
dari praktek-praktek masa lalu dan membantu menciptakan produk atau proses
didasarkan pada seperangkat teknik berbeda atau prinsip-prinsip ilmiah dan
sering membuka baru pasar, atau sebagai hasil produk atau jasa yang dihasilkan
dari cara/metode baru sama sekali. Generasi Inovasi Banyak perubahan
fundamental bagaimana perusahaan menghasilkan ide dan nilai-nilai baru dan
membawanya ke pasar selama abad 20. Pada abad ini, dimana model „inovasi
tertutup‟ cukup berhasil meningkatkan kinerja perusahaan. Namun seiring dengan
banyaknya penemuan teknologi informasi menjadikan banyak kritikan terhadap
model „inovasi tertutup‟ dan bergerak ke arah model „inovasi terbuka‟.
Perubahan-perubahan ini memberikan dampak perubahan pada dunia akademik di
dalam melihat fenomena dan keterkaitan dengan disiplin ilmu yang berbeda
semakin terbuka dari pada abad sebelumnya. Pergerakan perubahan konsep/teori
inovasi melahirkan perjalanan melalui regenerasi konsep dan pendekatan. Berikut
ini akan dijelasakan perubahan generasi inovasi. Hal ini penting untuk melihat
posisi penelitian ini dan pendekatan yang dipakai dalam perjalanan teori
inovasi dan metodologinya. Terdapat dua pandangan dalam mengurai generasi model
inovasi yaitu diambil dari Davenport (2003) dan Marinova (2003).
Sifat Perubahan Dalam
Inovasi Ada 6 Kelompok Yaitu :
1. Penggantian (substitution)
Misalnya : Inovasi dalam penggantian jenis sekolah, penggantian
bentuk perabotan, alat-alat atau sistem ujian yang lama diganti dengan yang
baru.
2. Perubahan (alternation)
Misalnya : Mengubah tugas guru yang tadinya hanya bertugas
mengajar, ditambah dengan tugas menjadi guru pembimbing dan penyuluhan /
mengubah kurikulum sekolah yang semula bercorak teoretis akademis menjadi
kurikulum dan mata pelajaran yang berorientasi bernuansa keterampilan hidup
praktis.
3. Penambahan (addition)
Misalnya : Adanya pengenalan cara penyusunan dan analisis item
tes objektif di kalangan guru sekolah dasar dengan tidak mengganti atau
mengubah cara-cara penilaian yang sudah ada.
4. Penyusunan kembali (restructturing)
Misalnya : Upaya menyusun kembali susunan peralatan, menyusun
kembali komposisi serta ukuran dan daya tampung kelas, menyusun kembali urutan
mata-mata pelajaran / keseluruhan sistem pengajaran, sistem kepangkatan, sistem
pembinaan karier baik untuk tenaga edukatif maupun tenaga administratif,
teknisi, dalam upaya perkembangan keseluruhan sumber daya manusia dalam sistem
pendidikan.
5. Penghapusan (elimination)
Contohnya : Upaya menghapus mata-mata pelajaran tertentu seperti
mata pelajaran menulis halus, atau menghapus kebiasaan untuk senantiasa
berpakaian seragam
6. Penguatan (reinforcement)
Misalnya : Upaya peningkatan atau pemantapan kemampuan tenaga
dan fasilitas sehingga berfungsi secara optimal dalam permudahan tercapainya
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Manajemen Inovasi
Manajemen Inovasi merupakan Proses mengelola
inovasi di suatu perusahaan agar dapat berdaya guna bagi penciptaan keunggulan
bersaing yang berkelanjutan bagi perusahaan. Manajemen Inovasi diperlukan
karena untuk mengakui bahwa ide-ide segar harus terus mengalir secepat mungkin
dan setiap saat sebagai antisipasi perkembangan dunia yang semakin cepat,
beragam, dan dinamis tersebut. Di sini lah manajemen Inovasi itu harus berperan
penting.
Dalam perusahaan, Manajemen Inovasi diperlukan
karena ide-ide segar akan terus lahir di sebuah perusahaan dan menjadi sangat
banyak. Keberadaan ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis
agar tidak terjadi kesemrawutan. Inovasi yang harus dijalankan secara
sistematis, efisien, dan berkelanjutan ini memerlukan suatu sistem untuk
mengatur ide-ide ini agar lebih terstruktur. Dari 100 ide yang brilian, hanya
satu yang menjadi inovatif. Jika dalam suatu perusahaan dihasilkan 100 jenis
produk dalam satu tahunnya, maka dibutuhkan 10 ribu ide brilian tersebut. Tanpa
adanya manajemen yang baik, ide-ide itu malah akan menumpuk dan kemungkinan
akan terlambat untuk diperkenalkan di pasar. Terlambat diperkenalkan di pasar
maka akan kehilangan pendapatan sehingga makin lama akan kehilangan kemampuan
bersaing dengan yang lain.
Lihat saja perusahaan perusahaan yang menerapkan inovasi dengan
baik. Seperti halnya perusahaan Apple yang terus mengembangkan inovasinya terus
sehingga menghasilkan produk produk gagdet Ipad, Iphone, Ipod yang diterima di
pasar . Google dengan berbagai layanan yang unik di Internet. Perusahaan
perusahaan kecil yang sudah berinovasi dengan memperkecil waktu proses
pembuatan produknya.
Perbedaan Inovasi
1. Namun demikian Johne (1999) dalam Ojasalo (2008) membedakan
tiga jenis inovasi: inovasi produk, proses inovasi, dan inovasi pasar.
- Inovasi produk memiliki makna paling jelas yaitu menghasilkan pendapatan.
- Inovasi proses menyediakan sarana untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dan untuk menghemat biaya.
- Inovasi pasar memperhatikan peningkatan target pasar campuran (mixed og target market) dan bagaimana pasar yang dipilih adalah yang terbaik dilayani.
2. Inovasi organisasi berkaitan dengan desain format organisasi
baru dan filosofi manajemen baru.
3. Inovasi perilaku berkaitan dengan aktivitas inovasi dari
organisasi perusahaan. Sedangkan Meeus dan Edquist inovasi produk dibagi
menjadi dua kategori:
- barang baru: barang baru adalah inovasi produk material di sektor manufaktur
- layanan baru: jasa adalah tidak berwujud, sering dikonsumsi secara bersamaan untuk produksi mereka dan memuaskan kebutuhan non-fisik dari pengguna (Edquist,2001.)
4. Meeus dan Edquist juga membagi menjadi dua inovasi proses
yaitu inovasi kategori-teknologi dan organisasi:
- inovasi proses teknologi mengubah cara produk yang diproduksi dengan memperkenalkan perubahan teknologi (fisik peralatan, teknik, sistem);
- inovasi organisasi adalah inovasi dalam struktur organisasi, strategi, dan proses administrasi (Damanpour, 1987).
5. Inovasi inkrimental (Incremental innovation) memanfaatkan
potensi rancangan yang sudah ditetapkan, dan sering memperkuat dominasi
kemampanan suatu perusahaan. Inovasi ini meningkatkan kapabilitas fungsional
teknologi yang ada dengan cara perbaikan pada skala kecil alam nilai tambah
teknologi atau perbaikan pada skla kecil terhadap produk dan proses bisnis yang
ada saat ini.
6. Inovasi Semiradical / generational atau inovasi teknologi
generasi mendatang adalah inovasi inkremental yang mengarah pada penciptaan
sistem baru tetapi tidak berbeda secara radikal.
7. Inovasi Radical memperkenalkan konsep baru yang menyimpang
secara signifikan dari praktek-praktek masa lalu dan membantu menciptakan
produk atau proses didasarkan pada seperangkat teknik berbeda atau
prinsip-prinsip ilmiah dan sering membuka baru pasar, atau sebagai hasil produk
atau jasa yang dihasilkan dari cara/metode baru sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar